jump to navigation

Indonesiaku Sayang, Indonesiaku Malang……. August 24, 2008

Posted by wicanzayu in Automotive.
3 comments

Pagi ini barusan baca berita mengenai rencana pemerintah menaikkan pajak kendaraan bermotor dengan tujuan mengurangi pemakaian BBM dimasyarakat. Sempat shock juga, karena kalau dipikir lagi, seolah kebijakan ini mengindikasikan keputus asaan pemerintah dalam mengatasi krisis BBM dan Energi di Indonesia. Apakah pemerintah sudah memikirkan baik-baik, bahwa kebijakan seperti ini akan memberikan efek negatif ke Industri kendaraan bermotor nasional yang ujung-ujungnya berakhir dengan lay-off dan penutupan beberapa industri pendukungnya. Berapa banyak karyawan yang nasibnya akan tidak menentu dikarenakan kebijakan ini.

Mobilisasi, dalam hal ini sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu berpindah dalam menjalankan kehidupannya. Seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kemakmuran seseorang, maka mode transportasinya pun akan berubah. Yang dulunya hanya jalan kaki, maka ia akan membeli sepeda, yang dulunya bermotor pasti ingin mengendarai mobil. Itu sudah jadi Fitrah manusia dan ini adalah hal yang baik dan tidak perlu kita halang-halangi. Kalau penjualan kendaraan baru yang dijadikan alasan utama timbulnya kemacetan dan pemborosan BBM, saya pikir salah besar. Ketidakmampuan kita untuk mengatur adalah kesalahan terbesar !!!!!!!!!. Mengapa demikian, coba kita lihat dari sudut pandang ini, setiap kendaraan baru selalu dipungut pajak, dan setiap tahun pun masih bayar pajak dan kecenderungannya selalu naik proporsinya, tapi apa yang didapat oleh pengguna?????????????Begitu mobil keluar dari dealer untuk didelivery ke yang punya, udah nemu macet……………….!’”&”#&$”##))#. Gimana nggak bete………………..

Macet Banget......

Macet Banget......

Kemana pajak yang dibayarkan tadi pergi?????????????????? Apakah kita tidak berhak untuk menikmati hasil dari pembayaran pajak kita????????. Pajak seharusnya dikembalikan kepada pembayar pajak, jumlah jalan yang memadai, tol yang cukup, pengaturan lalu lintas yang baik, itu harus diberikan oleh pemerintah………….bukan malah menyalahkan bahwa karena jumlah yang banyak itu menjadi penyebab macet. Dinegara-negara maju, penjualan kendaraan mencapai Jutaan pertahun dan memberikan kontribusi yang besar bagi negara dalam hal penyerapan tenaga kerja, devisa, dll. Tapi mereka tetap mengupayakan bagaimana sarana transportasi public yang nyaman dan terintegrasi, sehingga frekuensi pemakaian kendaraan pribadi bisa dikurangi. Saya pribadi yang tinggal dijakarta, kalau memang ada angkutan umum yang nyaman akan saya pilih, dan kendaraan pribadi akan digunakan pada saat yang memang dibutuhkan saja. Dan saya pikir banyak orang yang sependapat dengan ini.

Maksud baik pemerintah ingin mengurangi pemakaian BBM yang tidak efisien sudah bagus, tapi tidak dengan menaikkan pajak. Tapi bisa juga dengan memberikan alternatif energi yang bisa menggantikan BBM, misalnya bio-fuel, CNG, LPG, LNG, Hybrid, dll. Untuk awal, kebijakan energi alternatif ini harus didorong oleh pemerintah, bukan hanya slogan dengan bahasa P4, tapi aksi real. Pemberian tax incentif, bagi pemakai yang menggunakan energi alternatif, subsidi untuk energi alternatif, dan kebijakan lain yang bisa menumbuhkan pemakaian energi alternatif semuanya itu harus dilakukan dan dievaluasi dengan milestone yang jelas dan melibatkan semua stakeholder. Hal lain yang bisa dilakukan adalah pemberlakuan dengan tegas, proper maintenance thd semua kendaraan yang beroperasi (Unit in Operation vehicle). Uji kir, selama ini terkesan hanya formalitas dan akibatnya banyak sekali kendaraan yang sudah Bobrok, tapi masih bisa beroperasi sehari-hari. Saya pikir orang-orang yang sekarang duduk sebagai pembuat kebijakan adalah orang-orang pintar dan tahu benar apa yang dimaksud dengan “Benchmark”. Masalah keruwetan lalu lintas, pengaturan pajak kendaraan, pentingnya proper maintenance, bukan hal yang rumit dan kita bisa mencontoh itu dari negara-negara maju, bahkan tetangga yang dekat. Tapi semuanya perlu komitmen dan keikutsertaan aktif semua stakeholder, dan memang yang namanya koordinasi di lembaga pemerintahan kayaknya hal yang langka……………………………….

Terakhir, ini bukan keluhan……….tapi ajakan agar kita semua memandang sesuatu itu secara komprehensif dan memiliki rasa empati yang tinggi. Memang efek dari semua kebijakan pasti akan ada pihak yang kurang diuntungkan, tapi kalau memang mudharatnya lebih besar, dari pada manfaat ada baiknya dikaji lagi. Pertanggungjawaban tidak hanya kepada atasan, tetapi yang paling besar kita harus mempertanggungjawabkan itu semua di Akherat yang kekal…………….Wallahuallam…………..

Merdeka…………….

There is No “SILVER BULLET” August 20, 2008

Posted by wicanzayu in Automotive.
add a comment

Ungkapan “No Silver Bullet” belakangan sering sekali kita dengar apabila kita berbicara mengenai alternative fuel or energy source yang bisa menggantikan fossil fuel. Semua alternative harus kita upayakan untuk dikembangkan, tapi yang perlu diperhatikan adalah total life cycle efficiency. Untuk kendaraan bermotor, baik itu SI (Spark Ignition E/G) maupun CI (Compression Ignition E/G) saat ini ada beberapa alternative fuel yang sudah dikembangkan dan akan bisa kita manfaatkan, seperti Hydrogen, Hybrid, Electric, Bio Diesel, Ethanol, CNG/LPG/LNG, SVO (straight vegetable oil), solar, Air compression. Tetapi dalam memilih energi alternatif apa yang cocok dengan life style kita, maka total life cycle or Well to Wheel Efficiency harus diperhatikan. Misalkan hidrogen, memang apabila hidrogen digunakan untuk bahan bakar maka hanya air yang akan keluar sebagai efek pembakarannya, tapi untuk menghasilkan hidrogen dibutuhkan energi yang besar dan ini berarti hanya memindahkan CO2 emission dari kendaraan ke Pembangkit Energi yang digunakan untuk menghasilkan Hidrogen tersebut.

Begitu pula dengan bahan bakar nabati (renewable resource) misalnya Ethanol. Data di Amerika menunjukkan bahwa untuk menghasilkan 1 liter ethanol dibutuhkan 3 liter BBM, jadi total efficiencynya juga akan turun. Sama juga dengan kendaraan yang menggunakan udara sebagai tenaga penggerak enginenya, tetapi untuk mengcompress udara bertekanan dibutuhkan sumber energi yang cukup besar sehingga akhirnya juga total efficiency tidak akan terlalu bagus.

Memang tidak ada Silver Bullet, setiap teknologi yang ada saat ini ada kekurangan dan kelebihannya dan kita sebagai pengguna harus mempelajari lebih dulu mana yang paling sesuai dengan life style kita. “Do your homework” before decide, but you have to do it now. Karena kalau kita hanya pasif, maka kita tidak akan mengurangi ketergantungan kita terhadap fossil fuel. Dan perlu diingat bahwa diseluruh belahan dunia saat ini melakukan hal yang sama terhadap masalah ini dan selama belum ada discovery yang paling pas, maka perlu peran dari semua pihak untuk mengurangi laju pemakaian fossil fuel yang apabila scenario Bisnis as usual diberlakukan maka tahun 2015, kita akan mengalami kekurangan yang sangat besar atas BBM.

Lulus………….. August 17, 2008

Posted by wicanzayu in Wongkito.
add a comment

Pagi ini, pas ngecek email. Ado kato-kato lulus….wah surprise jugo. Awalnyo tak pikir bakal ada season-season lain 4, 5 or 6. Tapi alhamdullilah diluluske jugo oleh kawan-kawan di Wong kito………..Ehm..pengalaman pecah telok ini cukup unik jugo, karena seumur-umur ikut komunitas di Internet baru kali ini ado acara macem cak ini. Ini memang suatu yang positif dan jangan diartike bahwa syarat ini merupakan beban, sehingga akhirnya membuat kawan-kawan lain yang nek melok WK, jadi males.

“PT” memang kawah candradimukanyo WK, jadi haraponnyo yang sudah lulus biso berpartisipasi aktif kedepan. Mudah-mudahan tradisi ini biso terus dijago, sehinggo komunitas ini akan semakin solid dan biso memberikan kontribusi positif buat kemajuan bangsa Indonesia dan Palembang khususnyo………….

Pecah Telok
Pecah Telok

Sekali lagi terimo kasih buat teman-teman yang sudah membantu kelulusan di WK dan insyaallah biso merameike dinamika di Wong kito………………….Selamat 17 Agustus, dan Merdeka……..!!!!!!!!!!!!!!!

Wong Kito
Wong Kito

Indonesia Koe, Merdeka !!! Honto ???? August 15, 2008

Posted by wicanzayu in Tentangkoe.
add a comment

Hampir tengah malam, sebelum tidur ada baiknya menorehkan apa yang didapat hari ini.

Indonesia sebuah negeri yang besar, baik wilayah dan penduduknya dan sebentar lagi akan merayakan ulang tahun kemerdekaannya. Tapi yang terjadi saat ini, kondisi bangsaku sangat jauh menyimpang dari apa yang dicita-citakan oleh para Founding Fathers-nya. Negara yang Sejahtera, Adil dan Makmur……………..Sebuah cita-cita mulia dan perlu kerja keras untuk mencapainya. Para pemimpin tenggelam dalam kelompok-kelompoknya, birokrat yang bisa dibeli, korupsi dan masyarakat yang sudah tidak lagi mempunyai Social Trust yg tinggi (buktinya semua orang pingin bikin partai) mewarnai hari-hari perjalanan bangsa ini. Entah apa yang ada dibenak kita semua????????????Seolah tidak pernah ada kata cukup dan berani berkata tidak………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Misalnya korupsi, jarang sekali kita lihat, yang korupsi itu karena mereka kurang uang……….tapi toh tetap dilaksanakan. Kalau penyebabnya gaji yang kecil, itu mah bullshit nggak mungkin. Wong pada dasarnya yang bisa korupsi gede itu mereka yang digolongkan orang besar dan sudah punya uang tentunya……….

Terus sebagai bangsa yang sebagian besar masyarakat Muslim, tetapi fenomena pengrusakan, ketidakadilan, ketidakpedulian terus terjadi……………..Dimana letak kesalehan yang kita selalu dengungkan. Integritas menjadi sebuah kata yang langka !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Hanya bisa diucapkan tapi tidak bisa dilaksanakan. Islam yang khaffah hanya diartikan sebagai kesalehan “Vertikal” dan tidak bisa terlaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Islam cinta kebersihan, tapi berapa banyak orang yang harus tutup hidung ketika masuk ke kamar mandi Masjid, berapa banyak orang yang tiap tahun naek haji, tapi saudara muslim yang miskin ada disamping rumahnya, berapa banyak uang umat islam yang habis dimall, sembari zakat yang terkumpul per tahun hanya 700 milliar. Apakah kita semua sudah lupa bahwa hidup di funia ini adalah FANA…………..dan Akheratlah yang kekal………….

Yang akan kita bawa hanya 3, dan semua kenikmatan dunia itu akan hilang……..dan tidak akan menolong kita dihari Pembalasan. Sadarkah para pemimpin kita, bahwa dipundak mereka itu terpikul beban yang sangat berat dan apabila mereka terpilih hanya 5 tahun dan maksimal 10 tahun…. Apa yang ingin mereka tinggalkan kepada anak cucunya………………….Apakah mereka tidak ingin namanya dikenang seperti para pendiri negara ini??????????? Mungkin merekalah yang harus menjawabnya dengan Hati Nurani.

Merdeka!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

from PIB Portal

from PIB Portal

Waktu yang Terbuang August 13, 2008

Posted by wicanzayu in Tentangkoe.
add a comment

Malem ini, setelah merenung dan kontemplasi, kucoba untuk menorehkan apa yang terjadi hari ini. Betapa kekuatan sebuah tulisan bisa merubah seseorang dan ini terjadi pada hari ini. Oleh karena itu kucoba untuk menorehkan apa yang terjadi agar bisa terus diingat dan bermanfaat bagi orang lain yang suatu saat membaca ini.

Pagi tadi seperti hari hari yang lain, pergi ke kantor dan mencoba menjalankan tugas seperti usual. Sampai dikantor, ternyata load kerjaan juga nggak banyak, hanya memfollow-up beberapa item yang bisa dibilang semuanya bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit. Akibatnya jam kerja yang tersedia 8 jam itu, menjadi beban yang sangat berat, karena yang dilakukan hanya berupaya untuk menghabiskan waktu.

Tetapi, sekitar pukul 16.00, setelah menunaikan sholat ashar ada satu email yang masuk dan isinya sungguh-sungguh memberikan inspirasi dan seolah menampar telak dimukaku. Waktu.!!!!!!!!!!!! Bagaimana kita membagi waktu yang memang tidak banyak (soalnya kita semua akan menemui Sang Khalik) dan untuk apa waktu itu kita gunakan. Apakah buat sesuatu yang lebih baik, atau sekedar menjalani hidup seperti yang telah ditakdirkan.

Hidup harus punya tujuan dan tanpa tujuan semuanya akan menjadi tidak bermakna. Tujuan besar harus diterjemahkan kedalam tujuan-tujuan kecil dan untuk itulah kita perlu membuat rencana dan membagi waktu kita untuk menjalankan rencana itu. Apabila setiap kita bangun tidur kita tidak menetapkan tujuan kecil kita hari itu, maka jangan harap waktu akan berpihak pada kita dan dia akan berlalu begitu saja dan tentu saja kita tidak bisa mengulang apa yang sudah lewat.

Mulai detik ini aku berjanji dalam hati, untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dan mulai membuat tujuan-tujuan kecil yang akan bermuara ke tujuan besar…………………………

from ihaqi.dplus.co.id
from ihaqi.dplus.co.id

Cross Cultural – What is that??? August 12, 2008

Posted by wicanzayu in Thii Krungthep.
add a comment

Biar nggak lupa, mumpung masih fresh kayaknya topic ini enak diangkat. Sebagai orang asing yang bekerja di Thai, agar kerjaan kita bisa berjalan mulus maka perlu pengetahuan mengenai cross cultural. Terlebih apabila didalam lingkungan kerja tersebut orang-orangnya punya latar belakang negara, agama dan culture yang berbeda.

Di TMAP-EM, kami dibekali dengan pengetahuan ini, alhamdulliah cukup membantu untuk bisa lebih”Tune – In” dengan rekan rekan Thailand maupun yang berasal dari negara-negara Asia Pacific lainnya. Khususnya buat saya yang harus berinteraksi dengan staff dari Thai dan Atasan dari Jepang. Kalau untuk Jepang, mungkin nggak terlalu masalah, karena sudah lebih kurang 5 tahun beradaptasi dengan Japanese culture dan way of thinking. Tetapi buat Thais ini kali pertama saya harus berhadapan langsung.

Dari training yang saya dapat ada 3 sifat orang Thai yang apabila kita tidak mengerti akan menghambat proses interaksi dikantor. Hal ini dikarenakan pengelompokkan masyarakat yang terjadi di Thailand. Golongan paling atas dalam piramid orang Thai adalah Raja dan keluarga terdekatnya. Merupakan hal tabu untuk membicarakan mengenai Raja dan keluarganya. Apapun titah baginda merupakan hal mutlak bagi golongan masyarakat lainnya. Bahkan kelompok yang bersengketa pun bisa damai kalau sudah dipanggil oleh Raja (Long Live the King). Golongan kedua adalah Golongan Thai-Chinese, yang menguasai hampir sebagian besar roda per-ekonomian bangsa Thailand. Sejarah panjang mereka tidak mengakibatkan muncul diskriminasi yang berlebihan diantara warga asli maupun keturunan chinese. Yang ketiga adalah Golongan Royal Thai Servant (Pegawai pemerintah – bahasa kitanya). Karena mereka melayani Raja, maka kedudukan mereka pun tinggi dimata masyarakat yang lain. Bagi orang asing, perlu ekstra usaha untuk berhubungan dengan golongan ini. Bahkan banyak rekan-rekan Thai yang meminta pengertian para ekspatriat lain, apabila berhubungan dengan golongan ini lebih baik diserahkan ke mereka saja. Golongan lain adalah rakyat biasa yang 60% diantaranya bergerak dalam sektor pertanian-agriculture. Dari semua golongan yang ada, semuanya dilingkupi oleh Biksu karena hampir 95% penduduk Thailand beragama Budha. Karena perbedaan inilah, maka dalam keseharian mereka akan bersikap hati-hati dan cenderung terkesan pasif. 3 Sifat yang perlu diketahui adalah :

1. Kreng Jai = yaitu sikap untuk tidak merepotkan orang lain. Sehingga terkadang terkesan orang Thai sangat pasif dalam kesehariannya.

2. Nam Jai= yaitu sikap murah hati dan tidak mengharapkan balasan dalam waktu singkat.

3. Suam Ruam = yaitu sikap yang sangat moderate, baik dalam kata-kata, pemikiran maupun perbuatan. Terkadang orang asing melihatnya sebagai hal negatif, karena sangat lambat dan tidak bisa quick action.

Dari 3 karakter diatas, maka sangat penting bagi orang asing seperti saya untuk bisa menimalisir efeknya dan mengharapkan hasil yang memuaskan dalam pekerjaan.

(more…)

CNG in Thai, what about Indonesia August 12, 2008

Posted by wicanzayu in Automotive.
6 comments

Ditengah menjulangnya harga minyak mentah dunia, dimana sebagian orang meng-klaim bahwa ini disebabkan oleh ulah “Spekulan” dan bukannya oleh Supply and Demand semata, Indonesia sebagai bangsa kayaknya tidak berbuat banyak. Dari berbagai mailist yang saya ikuti dan baca, pemerintah terkesan tanggung dan tidak melakukan antisipasi yang komprehensif terhadap kebutuhan energi ini. Mulai dari Kontrak karya, pengembangan energi alternatif, pengalihan jam produktif, semuanya seperti berjalan sendiri-sendiri dan hanya sebagai sikap reaktif dan bukan antisipasif.

Di Thailand, tempat dimana saya menumpang hidup ampe satu tahun kedepan, pemerintah lewat PTT (Pertaminanya Thailand) membuat kebijakan untuk mengalakkan penggunaan Gas bagi transportasi. Karena mereka sadar betul bahwa negeri mereka tidak bisa menghasilkan minyak dan harga minyak pun trendnya akan selalu naek. Mereka membangun sarana dan prasarana bagi pengembangan CNG (Compressed Natural Gas) dan memberikan insentif bagi perusahaan mobil yang menyediakan OEM Vehicle running on CNG.
Harga CNG di Thailand hanya 8.5 bath (or sekitar 2500 rupiah per liter setara Premium-LSP) dan bagi perusahaan diberikan tax incentif sebesar 50.000 bath or 15 juta rupiah. Dan juga mereka mengexpand stasiun pengisian CNG sehingga dapat dicapai oleh end user dengan gampang.

Selain CNG, Thailand juga mengembangkan biodiesel yang diperoleh dari Jarak Pagar. King Bhumibol sendiri yang memberikan arahannya, karena kalau menggunakan bahan dasar yang bisa digunakan untuk makanan manusia, maka pasti akan terjadi gesekan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan bahan bakar. Sampai saat ini mereka sudah membuat Taskforce dari kalangan pemerintah, perguruan tinggi dan perusahaan mobil untuk mengkaji semua aspek dari pemanfaatan bio diesel untuk transportasi. Beda dengan Indonesia, apa yang dilakukan oleh Team Pengkaji Energi alternatif tidak melibatkan perusahaan mobil yang notabene harus menyediakan product yang realible apabila nantinya bahan bakar biodiesel tersebut digunakan dikendaraan.Dan rekomendasinya kayaknya tidak akan beranjak lebih jauh dari sekedar wacana………:((

Terlihat bahwa keseriusan pemerintah sangat besar demi menjaga kemashalatan rakyatnya, di Indonesia sendiri Pertamina sudah mendevelop VIGAS (dalam hal ini LPG) tapi karena Vigas ini dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi, maka ketika harga minya dunia naek, gayung pun bersambut. Vigas pun ikut naek….Padahal penetrasipun belum bisa dikatakan berhasil, tapi harga sudah keburu naek. Vigas sekarang dihargai dengan 5000 rupiah LSP dan bedanya hanya 1000 rupiah dengan Premium bersubsidi. Tentunya perbedaan yang kecil ini tidak akan mendorong end user untuk beralih untuk menggunakan Vigas, karena untuk menggunakannya Customer harus mengkonversi dulu mobilnya dengan investasi lebih kurang 12 jt rupiah. Secara ekonomis dengan perbedaan ini yang tidak signifikan, maka payback period dari investasi juga akan lama ditambah dengan stasiun pengisian Vigas sendiri yang masih sangat terbatas. Tapi ada hope, katanya pemerintah akan membebaskan excise tax Vigas, sehingga harga retail bisa dijual dengan 4300 rupiah LSP. Mudah-mudahan saja ini bisa berjalan.Tapi kalau melihat dari keputusan pemerintah baru-baru ini yang menaikkan harga LPG rumahan, maka jangan-jangan Auto LPG juga akan ikut naek lagi. So, kapan Indonesia bisa beralih ke Alternatif energi selain Minyak bumi.

Auto LPG sendiri memiliki komposisi berbeda dengan LPG rumahan, yaitu terdiri dari campuran propane and butane (51% Propane and 49% Butane) dengan nilai oktan 98 dan disesuaikan untuk kebutuhan pembakaran Internal Combustion Engine. Namun, walaupun nilai oktannya tinggi, kalau digunakan pada mobil yang dikonversi maka keunggulan dari LPG tidak bisa termanfaatkan secara maksimal. Penyebabnya adalah engine gasoline dirancang untuk bekerja pada compression ratio yang tidak terlalu tinggi untuk mengkompensasi nilai oktan pada premium 88 (sebagai contoh pada kijang innova hanya 1:9.6), apabila engine ini dikonversi untuk running dengan LPG, maka nilai oktan 98 tidak akan ada artinya karena toh tetap pada kompression ratio yang rendah sehingga thermal efficiency juga tidak akan bertambah. Memang ada drawback yang akan dialami oleh customer dengan dialihkannya bahan bakar ke LPG, yaitu turunnya nilai torsi & power yang dihasilkan engine dan keausan pada Seat Valve dan Valve. Tetapi jika pemerintah mendorong, maka perusahaan mobil tentunya bisa menyediakan engine yang suitable untuk pemakaian bahan bakar LPG/CNG, sehingga efek negatif dari pemakaian bahan bakar alternatif ini bisa diminimalisir.

Lembaran Baru Thii Krungthep August 11, 2008

Posted by wicanzayu in Thii Krungthep.
add a comment

Selamat Pagi………!!!!!

Pagi pagi, udah online ama Abang, Dedek dan Mama tercinta. Padahal masih ngantuk berat setelah perjalanan Napak tilas di Ayuthayya and Kanchanaburi. Sebenernya blog ini udah lama create, tapi yah namanya juga manusia, niat aja nggak cukup. Harus disertai dengan real usaha dan mewujudkannya. Kalau nggak ma, semua akan berlalu dengan cepat dan waktu adalah satu hal yang tidak bisa kita raih kembali setelah dia berlalu.

Mulai hari ini coba tak usahain, walaupun beberapa bait blog ini akan diupdate, sehingga nggak mubazir dan tujuan untuk sharing bisa tercapai.Nggak terasa udah 1.5 months stay di Bangkok dan kemaren baru aza selesai menjalankan napak tilas dengan temen-temen seperantauan yang ada di Bangkok ke daerah Ayuthayya dan Kanchanaburi and so far cukup bisa menjadi memory yang patut dikenang, terlepas dari beberapa intrik yang terjadi…………..hahahahahahahahha. Karena bagi orang Indonesia, kayaknya jalan-jalan di rural province in Thai is not even better from My Lovely Indonesia. Tapi gue heran, kenapa Thailand bisa mengemas semuanya dengan baik sehingga bisa menjadi Industri yang besar dan mendatangkan banyak maslahat bagi masyarakatnya. Untuk yang satu ini saya angkat topi dan kita harus belajar banyak dari Thai`s people.

Anyway, pagi ini gue mau istirahat dan coba cari makan pagi yang enak…Soalnya dua hari kemaren makanannya uhuy…banget………..hahahahahahahhaha.

So, see you

Emang Enak jadi Raja....
Emang Enak jadi Raja….