Cross Cultural – What is that??? August 12, 2008
Posted by wicanzayu in Thii Krungthep.trackback
Biar nggak lupa, mumpung masih fresh kayaknya topic ini enak diangkat. Sebagai orang asing yang bekerja di Thai, agar kerjaan kita bisa berjalan mulus maka perlu pengetahuan mengenai cross cultural. Terlebih apabila didalam lingkungan kerja tersebut orang-orangnya punya latar belakang negara, agama dan culture yang berbeda.
Di TMAP-EM, kami dibekali dengan pengetahuan ini, alhamdulliah cukup membantu untuk bisa lebih”Tune – In” dengan rekan rekan Thailand maupun yang berasal dari negara-negara Asia Pacific lainnya. Khususnya buat saya yang harus berinteraksi dengan staff dari Thai dan Atasan dari Jepang. Kalau untuk Jepang, mungkin nggak terlalu masalah, karena sudah lebih kurang 5 tahun beradaptasi dengan Japanese culture dan way of thinking. Tetapi buat Thais ini kali pertama saya harus berhadapan langsung.
Dari training yang saya dapat ada 3 sifat orang Thai yang apabila kita tidak mengerti akan menghambat proses interaksi dikantor. Hal ini dikarenakan pengelompokkan masyarakat yang terjadi di Thailand. Golongan paling atas dalam piramid orang Thai adalah Raja dan keluarga terdekatnya. Merupakan hal tabu untuk membicarakan mengenai Raja dan keluarganya. Apapun titah baginda merupakan hal mutlak bagi golongan masyarakat lainnya. Bahkan kelompok yang bersengketa pun bisa damai kalau sudah dipanggil oleh Raja (Long Live the King). Golongan kedua adalah Golongan Thai-Chinese, yang menguasai hampir sebagian besar roda per-ekonomian bangsa Thailand. Sejarah panjang mereka tidak mengakibatkan muncul diskriminasi yang berlebihan diantara warga asli maupun keturunan chinese. Yang ketiga adalah Golongan Royal Thai Servant (Pegawai pemerintah – bahasa kitanya). Karena mereka melayani Raja, maka kedudukan mereka pun tinggi dimata masyarakat yang lain. Bagi orang asing, perlu ekstra usaha untuk berhubungan dengan golongan ini. Bahkan banyak rekan-rekan Thai yang meminta pengertian para ekspatriat lain, apabila berhubungan dengan golongan ini lebih baik diserahkan ke mereka saja. Golongan lain adalah rakyat biasa yang 60% diantaranya bergerak dalam sektor pertanian-agriculture. Dari semua golongan yang ada, semuanya dilingkupi oleh Biksu karena hampir 95% penduduk Thailand beragama Budha. Karena perbedaan inilah, maka dalam keseharian mereka akan bersikap hati-hati dan cenderung terkesan pasif. 3 Sifat yang perlu diketahui adalah :
1. Kreng Jai = yaitu sikap untuk tidak merepotkan orang lain. Sehingga terkadang terkesan orang Thai sangat pasif dalam kesehariannya.
2. Nam Jai= yaitu sikap murah hati dan tidak mengharapkan balasan dalam waktu singkat.
3. Suam Ruam = yaitu sikap yang sangat moderate, baik dalam kata-kata, pemikiran maupun perbuatan. Terkadang orang asing melihatnya sebagai hal negatif, karena sangat lambat dan tidak bisa quick action.
Dari 3 karakter diatas, maka sangat penting bagi orang asing seperti saya untuk bisa menimalisir efeknya dan mengharapkan hasil yang memuaskan dalam pekerjaan.




Comments»
No comments yet — be the first.