E + R = O August 22, 2009
Posted by wicanzayu in 1.add a comment
Formula yang sangat ampuh apabila kita ingin berhasil dalam hidup ini. Apapun itu, bidang kerjaan, keluarga, organisasi, etc dengan formula ini kita insyallah bisa sukses. E (Event) + R (Response) = O (Outcome). Response kita terhadap setiap kejadian/event akan dinilai orang lain dan lama kelamaan akan menjadi karakter dalam diri kita. Kejadian sama tetapi respon berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula. Contoh cerita mengenai kejadian Kopi tumpah pada saat sarapan, kalau kita meresponnya berlebihan maka bukan tidak mungkin satu hari itu akan hanya ada musibah yang terjadi, tetapi kalau kita merespon hal itu sebagai hal kecil yang biasa terjadi, maka kita bisa meneruskan hari itu dengan tenang dan menjadikan hari itu lebih baik dari hari hari sebelumnya.
So, be wise, think before your take action as response for some event…….Karena outcomenya akan sangat tergantung dari response kita tersebut………….

Bangkok, 1 Ramadhan 1430
ECO CAR PROJECT THAILAND August 5, 2009
Posted by wicanzayu in Automotive.add a comment
Coba mau nulis dikit tentang “Eco Car” negeri Gajah Putih. Kalau Malaysia punya Proton yang katenye mobil nasional, maka Thailand dari awal tidak memaksakan diri untuk punya mobil nasional. Mereka lebih memilih membuka peluang sebesar-besarnya bagi para investor otomotif dunia untuk menanamkan investasinya di Thailand dan dengan demikian diharapkan trickle down effectnya yang besar buat perekonomian mereka. Dan ujung-ujungnya Mereka mengharapkan Thailand jadi basis produksi tidak hanya untuk domestic melainkan juga export…….(Detroit of The East). Strategi ini bukan ujug-ujug muncul, tapi dihasilkan dari pemahaman yang mendalam tentang plus minus komposisi Industri mereka dan hasil studi panjang Thailand Automotive Institute yang menjadi think tank pemerintah Thailand dalam mengembangkan Industri otomotif Negeri Gajah Putih.
Salah satu hasil studi panjang TAI, adalah Thailand saat ini cukup competitive untuk memproduksi mobil kecil, dan ini diwujudkan dalam bentuk menawarkan kepada para Otomotif giant didunia untuk memproduksinya di Thailand dengan insentif yang cukup wah……..Mobil yang bisa masuk kategori Eco car bisa dilihat pada gambar diatas. Sedangkan insentif apa yang diberikan pemerintah Thailand seandainya Pabrikan otomotif mau membuat produk ini di Thailand adalah sbb :

Terlihat bahwa pemerintah Thailand sangat serius untuk memajukan Industri otomotif nya, tidak hanya bagi perkembangan pasar domestiknya melainkan juga sebagai basis export buat negara-negara ASEAN maupun develop countries lainnya. Saat ini sudah ada beberapa prinsipal yang mulai menyiapkan project ini, diantaranya Nissan, Honda, Toyota, Tata, etc dan seandainya tidak diterjang oleh krisis global akhir akhir ini, mungkin akhir tahun depan kita sudah bisa menikmati produk eco car ini.
Terakhir bagaimana dengan Indonesia?????? Selama ini dukungan pemerintah hanya sebatas wacana, boro-boro mau mengembangkan dan memberikan insentif, pajak saja mau dinaekkan (pajak progressif). Dengan alasan buat menekan jumlah kendaraan. Loh, apa hubungannya pajak progressif dengan menekan jumlah kendaraan, macet selama ini karena pemerintah tidak bisa melakukan manajemen transportasi dengan baik, bukan karena jumlah kendaraan yang banyak. Kalo dibilang banyak juga nggak bisa dong, wong setahun paling 500.000 mobil………Jepang aja yang jutaan kagak macet……….(cuapek deh…………….)
So, kayaknya kalau ini terwujud, berarti siap-siap kita akan menjadi pasar saja………hanya pengamat dan penikmat, selebihnya peningkatan GDP, Penyerapan Tenaga Kerja, Peningkatan Devisa…….semuanya dinikmati oleh Tetangga………Negeri Gajah Putih……………….
Engine Cooling system dan Hemat Bahan Bakar August 2, 2009
Posted by wicanzayu in Automotive.add a comment
Barusan baca di detik, bahwa kemungkinan besar pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar premium disekitaran akhir tahun 2009 ini. Hal itu tidak terlepas dari harga minyak mentah dunia yang sudah merangkak naik hingga ke level $70/barrel. So, problem klasik akan kembali lagi, dimana para pemakai kendaraan bermotor harus berpikir keras lagi dikarenakan pasti pengeluaran mereka akan bertambah sementara disisi pendapatan tidak ada peningkatan yang cukup berarti (jadi curhat nieh……..).
Salah satu yang bisa kita lakukan untuk menekan pengeluaran biaya bahan bakar adalah mengefisienkan kinerja mesin dan dalam hal ini salah satu yang bisa berperan untuk menjaga agar mesin bisa bekerja dengan sempurna adalah sistem pendinginan atau cooling sistem. Jangan mudah tertipu dengan banyaknya produk yang menawarkan kemampuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, karena berdasarkan data dari EPA di Amrik Sono, hanya 1 atu 2 produk saja yang punya efek positif (dan tidak terlalu signifikan juga) dan sisanya hanya marketing propaganda saja. Lagian kalau memang sesederhana yang mereka tawarkan……..bukankah para pabrikan sudah pasti menerapkannya di technology engine mereka………
Pada mesin internal combustion dewasa ini, ada 2 macem pendinginan, yaitu liquid cooling dan Air cooling dan untuk mobil umumnya menggunakan liquid cooling. Ini ada link menarik yang menggambarkan bagaimana engine cooling system bekerja pada mesin (http://auto.howstuffworks.com/cooling-system2.htm). Engine bekerja optimum pada suhu coolant 93 derajat celcius, dimana pada kondisi ini suhu didalam cylinder cukup panas untuk mem-favorize bahan bakar yang masuk ke ruang bakar dan juga viskositas oli cukup encer sehingga pelumasan berjalan baik dan friction loss juga berkurang. Hal ini tentunya akan berujung pada penggunaan bahan bakar yang lebih efisien….
Suhu coolant dijaga pada suhu 93 derajat dengan cara mengalirkan coolant (Campuran antara ethyl glycol dan air – umumnya di Indonesia perbandingannya 30/70 atau 50/50) lewat radiator dan thermostat ditempatkan diantara engine dan radiator yang berperan untuk mengatur aliran coolant dari engine ke radiator. Kenapa ethyl glycol dibutuhkan, karena sifatnya yang bisa menaikkan titik didih air lebih dari 100 derajat celcius dan hal ini sangat penting untuk mencegah overheat pada engine. Dalam sistem pendinginan kendaraan, juga dibuat agar bekerja dalam kondisi pressurized (biasanya pada kisaran 15 psi) karena dengan demikian coolant boiling temperature bisa meningkat lebih kurang 25 derajat lebih tinggi. Untuk mencapai suhu kerja mesin yang ideal dengan cepat, maka pada saat awal mobil dinyalakan maka thermostat dalam kondisi tertutup dan tidak ada aliran coolant yang mengalir ke Radiator dan baru setelah suhu coolant mencapai operating temperatur, thermostat terbuka dan coolant mengalir melalui radiator untuk melepaskan panas yang dibawah dari ruang mesin ke udara dan menjaga suhu coolant tetap pada operating temperatur optimum.
Proses pelepesan panas ke udara yang dibawah coolant diradiator dibantu oleh hembusan udara oleh Shroud Fan yang terhubung ke mesin oleh fan coupling. Ada 2 macem Fan Coupling, untuk mesin penggerak depan (FF) biasanya menggunakan electic fan (dikarena posisi mesin yang melintang sehingga tidak bisa dicoupling langsung dengan belt) dan Viscous Fan coupling (untuk Mesin FR) yang terhubung langsung dengan putaran water pump lewat belt. Khususnya untuk Viscous Fan Coupling, didalammya terdapat Bi-metal sensor yang mendeteksi suhu udara dari radiator dan apabila mencapai suhu kerjanya maka fan coupling akan berputar dan tenaga perputaran ini diambil dari belt atau dengan kata lain dari tenaga yang dihasilkan mesin. Semakin cepat berputar maka semakin besar tenaga yang diambil dari engine.

So, salah satu upaya untuk menghemat adalah menjaga kerja Fan coupling pada kondisi optimum, yaitu berputar saat dibutuhkan dan berhenti pada saat tidak dibutuhkan. Sensor thermostatic pada fan coupling harus dipastikan bekerja dengan baik karena bagian inilah yang mendeteksi suhu udara dan otomatis membuatnya bekerja. Merubah rubah bagian depan kendaraan (grille, bumper) secara langsung akan merubah kondisi aliran udara dikendaraan yang ujung-ujungnya akan berpengaruh pada ketidaksesuian operating condition fan coupling.
Terakhir, engine dewasa ini dipenuhi oleh berbagai sensor, dan input dari sensor-sensor inilah yang akan diterjemahkan oleh ECU untuk menentukan optimum kondisi dari kinerja mesin. Jadi well maintenance sudah menjadi kunci agar kendaraan bisa berjalan optimum dan pada akhirnya fuel saving bisa tercapai.


